Asal Mula Desa Dangku Dan Hikayat Sungai Lematang

ASALPOSTING.COM – Secara geografis, Desa Dangku  terletak di Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.
Jarak Desa Dangku dari ibukota provinsi Sumatera Selatan (Palembang) adalah 197 km
Luas wilayah Desa Dangku: 1450 ha/m2,

Adapun batas batas wilayah desa Dangku sebagai berikut:
Utara : Berbatasan Desa Siku
Selatan : Berbatasan Desa Pangkalan Babat
Timur : Berbatasan Desa Gunung Raja
Barat : Berbatasan Desa Batu Raja

Asal Mula Desa Dangku

Desa Dangku didirikan oleh Maraja Besi yang berasal dari Pulau Jawa ( Kerajaan Majapahit ) ayahnya bernama Siung Menare ( Malim Mukadim ), Maraja Besi nama aslinya adalah Kumanarang atau Tumbalalah dan setelah masuk agama islam namanya berganti Muhammad Fadillah.

Pada masa Kerajaan Sriwijaya ( diperkirakan antara abad XIII – XIV M ), hanya dengan menggunakan perahu ( Rejung ) Maraja Besi bersama saudaranya yang lain ( Maraja Sari, Maraja Santri dan Maraja Singe ) beserta hulubalangnya pergi menuju Kerajaan Sriwijaya dan tiba di muara sungai serut ( sekarang Muara Lematang ).

Di tempat itu mereka beristirahat karena belum dapat melanjutkan perjalanan menuju ke hulu sungai karena terhalang oleh akar balang yang sangat besar melintang di sungai tersebut, sehingga air sungai pun terbendung dan tidak dapat mengalir.

Melihat hal itu, Maraja Sari, Maraja Santri, Maraja Singe berusaha untuk memutuskan akar balang tersebut, walapun sudah menggunakan senjata pusaka dan berbagai ilmu kesaktian masing – masing akan tetapi tidak ada yang berhasil, akhirnya mereka menyuruh Maraja Besi untuk memutuskan akar balang tersebut.

Maraja Besi pun mendekati akar balang itu, dengan menggunakan senjata pusaka dan ilmu kesaktiannya akhirnya akar balang berhasil diputuskan sehingga air sungai pun mengalir, ( ada sebagian cerita Maraja Besi memutuskan akar balang hanya dengan memukulkan tangan kanannya ).

 

Baca Juga: “Sejarah Keislaman Puyang Meraje Besi, “Sang Pendiri Desa Dangku”

 

Pada saat air sungai mengalir itulah tiba–tiba seekor ikan Lume melompat ke dalam perahu ( rejung ) dan masuk kedalam Tang ( diperkirakan tempat nasi ), dari kejadian itu sungai serut mereka namakan Sungai Lumetang ( sekarang Sungai Lematang ).

Maraja Besi bersama saudaranya yang lain kembali melanjutkan perjalanan menuju ke hulu sungai dan tiba di suatu daerah yang aliran sungainya tidak terlalu deras yang ditepiannya tumbuh Kayu Tampang yang besar, di bawah kayu tersebut mereka menambatkan perahu ( rejung ) dan beristirahat untuk beberapa hari, akhirnya tempat itu mereka namakan Dusun Tampang ( sekarang Desa Danau Tampang ).

Setelah beberapa minggu kemudian, dalam perjalanan menuju ke hulu sungai Lematang mereka menemukan buah Kayu Bedangku ( buahnya sebesar buah kelapa ) yang hanyut di sungai dan tidak jauh dari tempat itu terlihat kayu bedangku yang tumbuh di pinggir sungai dan merekapun beristirahat dibawah kayu tersebut.

Pada saat itulah Maraja Besi mengatakan bahwa akan menetap di daerah ini, karena ditempat ini ditemukannya kayu bedangku maka tempat ini dinamakan Dusun Bedangku ( asal nama Desa Dangku ).

Secara ringkas, Meraja Besi dan saudara – saudaranya bertempat di suatu daerah untuk membuat perkampungan/dusun yang akhirnya menetap di masing – masing daerah tersebut, yaitu :

  • Maraja Sari : menetap di Muara Lematang.
  • Maraja Besi : Menetap di Desa Dangku.
  • Maraja Santri : Menetap di Desa Benakat.
  • Maraja Singe : Menetap di Desa Jati ( Lahat ).

 

Maraja Besi mempunyai istri 2 ( dua ) orang yaitu :

  • Katijah ( berasal dari Kerajaan Majapahit ), mempunyai anak 1 ( satu ) orang :
    ⇒Rie Penggawang.
  • Rukiyah ( berasal dari Kerajaan Aceh ), mempunyai anak 4 ( empat ) orang :

1.Mundan ( Menikah dengan Puyang Juring yang berasal dari Jambu – Lembak )
2.Kemundan ( Menikah ke daerah Jirak )
3.Resundan
4.Sariundan ( Menikah ke daerah Musi )

Sejak berdirinya Desa Dangku sampai dengan sekarang, Desa Dangku sudah tiga kali pindah pemukiman/ Dusun yaitu :

  • Dusun Lame ( Sekarang menjadi tempat TPU Puyang Maraja Besi ).
  • Dusun Tengah ( Sekarang menjadi tempat TPU Pulau Danau ).
  • Dusun Anyar ( Desa Dangku sekarang ).

 

Baca Juga:  “Asal Usul Nama Palembang”

 

Sejarah Pemerintahan di Desa Dangku

1. Masa awal perkembangan Desa Dangku, dipimpin oleh :

      • Maraja Besi
      • Raje ( Muanye )
      • Dalli
      • Rie Kuyung
      • Singe Nate

2. Pemerintahan pada masa Marga.

Marga Dangku , Ibukota Marga di Desa Dangku ( wilayahnya Desa Dangku dan Desa Siku, ) Marga Dangku dipimpin oleh seorang Pesirah / Depati antara lain :

    • Depati Raje Lele
    • Depati Singe Medang
    • Depati Tembajang
    • Depati Rendot ( bergelar Tenggiling Kering )
    • Depati Bastomi
    • Depati Kotak
    • Depati Ringke ( Anak Puyang Caye )
    • Depati Geminyar
    • Pangeran Muhamad Ali
    • Pangeran Kuncit
    • Depati Nanang
    • Depati Ali Ujud ( Desa Siku )
    • Depati Sunjung.

3. Marga IV Petulai Dangku, Ibukota Marga di Desa Dangku.

Terbentuknya Marga IV Petulai Dangku adalah penggabungan dari Marga Dangku dengan Marga Kuripan ( wilayahnya Desa Dangku, Desa Siku, Desa Kuripan, Desa Banuayu).
Marga IV Petulai Dangku dipimpin oleh Pesirah / Depati yaitu :

    • Depati Hamzah
      ( Masa Depati Hamzah masuknya Desa Batu Raja dan Desa Muara Niru kedalam Marga IV Petulai Dangku ).
    • Depati Sopa
      ( Masa Depati Sopa Tahun 1951 terbentuknya Desa Gunung Raja pemecahan dari Desa Dangku )
    • Depati Ya’kup ( dari Desa Kuripan )
    • Depati Arpan Singa Yudha.

4. Pemerintahan di Desa Dangku dari masa Marga Dangku s/d masa Marga IV Petulai Dangku dipimpin oleh Pembarap / Kerie yaitu :

      • Pembarap Dulasim
      • Pembarap Said
      • Pembarap Soin
      • Pembarap Cek Mamat
      • Pembarap Kamel
      • Pembarap Abdul Manan
      • Pembarap Mahisan

5. Berakhirnya Masa Pemerintahan Marga.

Pada tanggal 21 Maret 1983 terbentuknya Kecamatan Rambang Dangku ( penggabungan dari Marga IV Petulai Dangku dan Marga Rambang Niru ).

Dengan demikian jabatan Pesirah/Depati dihapus dan diganti dengan Camat sampai sekarang ini.

Maka Pemerintahan di Desa Dangku mengalami perubahan dari Pembarap/Kerie diganti menjadi Kepala Desa yaitu :

        • Kepala Desa Mahisan ( Tahun 1983 – 1991 )
        • Kepala Desa Ferry Pirdaus ( Tahun 1992 – 1999 )
        • Pjs. Kepala Desa Mulyadi ( Tahun 2000 – 2001 )
        • Kepala Desa Samim ( Tahun 2002 – 2007 )
        • Kepala Desa Hoiri Jeffrison. M ( Tahun 2008 – sekarang )

 

 

sumber: “https://facebook.com/harsono.telkom/posts/3003457019778135”

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.