Asal Usul Dan Makna Pantun “Pisang Emas Dibawa Berlayar”

ASALPOSTING.COM – Pantun adalah sebuah karya sastra prosa lama yang terdiri atas dua baris sampiran dan dua baris isi, yang jenisnya berbeda-beda sesuai maksud dan tujuan si pembuat pantun.

Jenis-jenis pantun di antaranya pantun nasihat, pantun agama, pantun pendidikan, pantun jenaka, dan lain-lain.

Salah satu ciri khas yang membedakan pantun dengan karya sastra lainnya adalah adanya persamaan bunyi (rima) pada akhir baris.

Kali ini asalposting.com akan membahas dan menguak sebuah kisah dibalik pantun melayu “Pisang Emas Dibawa Berlayar”.

Teks Asli Pantun Pisang Emas Dibawa Berlayar:

  • Pisang emas bekal berlayar
    Masak sebutir diatas peti
    Hutang emas boleh dibayar
    Hutang budi dibawa mati
  • Masak sebutir diatas peti
    Buah Menalu dari hulu
    Hutang budi dibawa mati
    Hutang malu dibayar malu
  • Buah menalu dari hulu
    Batang berah dibelah-belah
    Hutang malu dibayar malu
    Hutang darah dibayar darah

 

Asal Usul Pantun Pisang Emas Dibawa Berlayar:

Pantun “Pisang Emas Dibawa Berlayar” adalah pantun yang dilafazkan oleh Puteri Sa’adong (Raja Kelantan yang ditabalkan pada 1667M).

 

Walaupun pantun yang sudah sampai ke telinga kita adalah perkataan ‘dibawa’ dan bukan ‘bekal’ seperti asal yang disebut oleh Puteri Sa’adong, namun ianya tetap membawa maksud yang sama.

Pantun ini dilafazkan Puteri Sa’adong kepada suaminya Raja Abdullah selepas dilepaskan dari cengkaman siam semasa menghadap Raja Abdullah di Kota Mahligai, yang terletak kira-kira setengah batu dari Melor di jalan pasir puteh. Sekarang kawasan Kota Mahligai ini masih lagi disebut dengan nama Kampung Mahligai.(sumber: wall fb Abdullah Zawawi Wahab II)

Makna Dibalik Pantun Pisang Emas Dibawa Berlayar:

Pisang emas dibawa berlayar
Masak sebiji diatas peti

Mengapa harus pisang emas, mengapa bukan pisang yang lain.?
Pisang emas dibawa berlayar masak sebiji di atas peti.
Kalau dikatakan masak sebiji, tentulah pisang yang dibawa berlayar itu adalah setandan.
Namun mengapa sebiji saja yang masak, mengapa tidak semua?
Lalu mengapa masih dibawa jika sehari cuma masak sebiji, bukankah tidak mengenyangkan.?

Orang pada jaman dahulu, berlayar bukan sehari dua hari, melainkan 6-7 hari, bahkan ada yang berbulan bulan.

Ternyata pisang emas dipakai sebagai obat penawar “mabuk laut” ketika laut bergelora.

sebagai obat, tentu yang dibutuhkan hanya sebiji dalam sehari.

Masak sebiji diatas peti, pisang emas diletakan diatas peti agar mudah diambil ketika diperlukan, tidak usah membuka peti terlebih dahulu.

 

Hutang emas dapat dibayar
Hutang budi dibawa mati

Emas adalah harta yang paling berharga
luar biasa berat memang bagi seseorang yang menanggung beban hutang, kita harus berusaha mati matian untuk membayarnya, sungguh malu rasanya jikalau kita sampai tak bisa membayarnya.

Akan tetapi jika hutang itu berupa “Budi Baik” dengan apa kita membalasnya?
sungguh susah memang karena “budi baik” tidak bisa di ukur dengan materi sekaya apapun kita.

Semampu dan sekuasa apapun kita, bakalan tidak bisa berdiri tegak dan mendongak gagah jika ternyata kita juga menanggung banyak hutang budi pada orang lain, apalagi kita masih belum bisa membalasnya.

 

Kalaupun toh kita sudah berusaha membalasnya masih akan banyak bermunculan tanya di benak kita, sebandingkah apa yang aku lakukan ini dengan apa yang sudah mereka berikan kepada saya.

Dilema memang jika kita menanggung hutang budi.

Semoga kita tergolong orang orang yang tahu dan mau membalas budi baik orang kepada kita.

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.