Luar Biasa.!!! Hanya Dalam Satu Periode,Bupati Bekasi Sudah Di Jabat Oleh 4 Orang.

ASALPOSTING.COM – Bekasi merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Sebagai kabupaten,tentu saja pemimpin eksekutif tertinggi dipegang oleh seorang bupati, dengan masa jabatan adalah 5 tahun dalam satu periode.

Namun sebuah hal yang tak terduga terjadi di kabupaten bekasi, dimana pucuk pimpinan kabupaten ini dipegang oleh 4 orang secara bergantian dalam masa satu periode dikarenakan beberapa faktor.

Penyebabnya antara lain dikarenakan:

    • Bupati Terpilih Wafat
    • Tersandung Kasus Korupsi
    • Jabatan bupati dijabat oleh Plt (Pelaksana Tugas), ataupun Pjs (Penjabat Sementara)  yang memang masa jabatan hanya dibatasi beberapa bulan saja.

     

  • Berikut adalah orang-orang yang menjabat sebagai bupati bekasi masa periode 2017-2022:
  • 1. dr.Hj.Neneng Hassanah Yasin
    Neneng Hassanah Yasin / Sumber gambar: wikipedia.org

    dr.Hj.Neneng Hassanah Yasin adalah Bupati terpilih pada pilkada 2017-2022 yang merupakan bupati petahana.

     

     

  • dr.Hj.Neneng Hassanah Yasin mengundurkan diri karena tersangkut kasus Meikarta pada tahun 2018.dr.Hj.Neneng Hassanah Yasin dtetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK sejak Selasa 16 Oktober 2018. Dia juga ditangkap oleh petugas KPK pada Senin 15 Oktober 2018 malam.Usai menerima surat itu, DPRD Kabupaten Bekasi berencana konsultasi ke Kemendagri soal mekanisme menindaklanjuti surat permohonan pengunduran diri dr.Hj.Neneng Hassanah Yasin . 

     

    2. H.Eka Supria Atmaja SH

    Eka Supria Atmaja / Sumber gambar: id.wikipedia.org

    H.Eka Supria Atmaja SH awalnya merupakan wakil bupati periode 2017-2022.
    H.Eka Supria Atmaja SH menjadi Plt bupati dan kemudian dilantik menjadi bupati bekasi defenitif sisa masa jabatan 2017-2022.

    Setelah mendapatkan keputusan berkekuatan hukum tetap atau inkrah dari pengadilan pada 29 Mei 2019, sesuai aturan yang berlaku, H.Eka Supria Atmaja SH pun dilantik menjadi Bupati Bekasi definitif.

    Kosongnya jabatan wakil bupati membuat DPRD Kabupaten Bekasi melakukan pemilihan wakil bupati.

    Hasilnya Akhmad Marjuki terpilih menjadi wakil bupati bekasi mengungguli Tuty Nurcholifah Yasin.

    Namun hasil pemilihan menjadi persoalan dan berlarut-larut sampai dengan wafatnya Eka Supria Atmaja pada tanggal 11 Juli 2021.
    Posisi Bupati dan wakil bupati bekasi pun menjadi kosong.

     

     

    3. Dr.H.Dani Ramdan MT

    Dr.H.Dani Ramdan MT / Sumber gambar: stipan.ac.id

    Awalnya beliau merupakan kepala BPBD Jawa Barat yang diusulkan menjadi Penjabat bupati dan terpilih.

    Sebelumnya Gubernur Jawa Barat memberikan tiga nama usulan calon Penjabat Bupati Bekasi yakni:

      • Dr.H.Dani Ramdan MT, yang saat itu menjabat sebagai Kepala BPBD Provinsi Jawa Barat.
      • Ir.A Koswara MP, Kadis Bina Marga dan Tata Ruang Jawa Barat.
      • Dr.Drs.H.Raden Iip Hidayat, Kepala Bakesbangpol Jawa Barat.

    Kementerian Dalam Negeri resmi menetapkan Dr.H.Dani Ramdan MT sebagai Penjabat Bupati Bekasi, pada Selasa, 21 Juli 2021.

    Dr.H.Dani Ramdan MT dipilih berdasarkan usulan Gubernur Jawa Barat ke Kemendagri yang akan memimpin Bekasi maksimal dengan durasi satu tahun.

    Dr.H.Dani Ramdan MT menjabat sebagai bupati bekasi hanya dalam waktu 3 bulan saja, yang kemudian digantikan oleh Akhmad marjuki.

     

     

    4. H.Akhmad Marjuki SE

    H Akhmad Marjuki SE / Sumber gambar: rakyatbicara.id

     

    Awalnya DPRD Bekasi menggelar pemilihan Wakil Bupati Bekasi dengan dua calon di Cikarang Pusat pada 18 Maret 2020.

    Hasilnya Akhmad Marjuki terpilih sebagai Wakil Bupati Bekasi dengan perolehan 40 suara, sedangkan calon lainnya Tuty Norcholifah Yasin tidak mendapat suara sama sekali. Akhirnya Marjuki dilantik Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Bandung, pada Rabu (27/10/2021).

    Pria yang kemudian ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas Bupati Bekasi ini, bakal menjabat hingga tujuh bulan ke depan.

  • Namun demikian, jalan terjal tampaknya akan dialami Akhmad Marjuki dalam menjalankan tugasnya. Karena keterbatasan waktu, pria yang juga sempat mencalonkan diri sebagai cabup di Pilkada Karawang ini dinilai sulit membawa perubahan di Kabupaten Bekasi.Pasalnya, setelah menjabat, kepala daerah biasanya disibukkan dengan kegiatan konsolidasi internal serta melakukan kunjungan ke berbagai tokoh. 

     

    “Dirangkum dari berbagai sumber’.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.