Mengapa Kita Harus Mencintai Nabi Muhammad SAW ? Inilah Penjelasan Ustadz Adi Hidayat.

ASALPOSTING.COM – Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang istimewa dan merupakan sosok manusia paling penyayang dan berhati lembut.

Saking cintanya kepada umatnya,Nabi Muhammad SAW selalu mendoakan umatnya dan menghabiskan waktunya untuk kemaslahatan umatnya, bukan memikirkan dirinya atau keluarganya.

Adapun cara mencintai Nabi Muhammad adalah dengan mengikuti semua ajarannya (melakukan perintah agama dan menjauhi semua larangan dalam agama islam) dan senantiasa bersholawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW,

 

Lalu muncul pertanyaan, mengapa kita harus mencintai Nabi Muhammad SAW ?

Seperti dikutip asalposting.com dari Akhyar TV, dalam video dengan Judul Kajian: “Cinta Para Sahabat Kepada Rasulullah SAW” dengan Narasumber: “Ustadz Adi Hidayat Lc.MA”.

Setidaknya ada 5 alasan  mengapa kita harus mencintai Nabi Muhammad SAW:

1. Nabi Muhammad telah didoakan oleh 2 orang nabi dan rasul sebelumnya

2. Nabi Muhammad sangat mencintai umatnya

3. Nabi Muhammad disebut juga Ahmad yang berarti merangkum semua sifat terpuji terutama dalam hal ibadah

4. Nabi Muhammad Merindukan umatnya yang meskipun tidak pernah melihat nabi tapi mereka beriman kepada nabi

5. Orang yang mencintai nabi Muhammad dijamin oleh Allah diberi nikmat bersama para nabi di syurga

Berikut Adalah Penjelasan 5 Alasan Tersebut:

1. Nabi Muhammad telah didoakan oleh 2 orang nabi dan rasul sebelumnya

Nabi Muhammad adalah nabi yang paling unik dan paling istimewa dibandingkan nabi-nabi yang lain. Sebelum kelahirannya, Nabi Muhammad bahkan sudah di doakan oleh 2 (dua) orang nabi dan rasul, yakni: Nabi Ibrahim dan Nabi Isa

    • Nabi Ibrahim ‘Alaihi Salam (30 Generasi Sebelum Nabi Muhammad)
Sumber Gambar: akurat.co

Dijelaskan dalam Alqur’an Surat Al-Baqarah ayat:127-129

See also  Menjadi Istana Terbesar Dan Termewah Didunia, Inilah Penampakan Istana Nurul Iman Brunei Darussalam

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَٰهِـۧمُ ٱلْقَوَاعِدَ مِنَ ٱلْبَيْتِ وَإِسْمَـٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Artinya:
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui”.(QS.Al-Baqarah ayat:127)

 

رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةًۭ مُّسْلِمَةًۭ لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

Artinya:
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan (ibadah) haji kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.(QS.Al-Baqarah ayat:128)

رَبَّنَا وَٱبْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًۭا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

Artinya:
Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.(QS.Al-Baqarah ayat:129)

 

  • Nabi Isa ‘Alaihi Salam (600 tahun sebelum Nabi Muhammad)
Sumber Gambar: orbitmetro.com

Dijelaskan dalam Alqur’an Surat As-Shaff ayat 6:

وَاِذْ قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَمُبَشِّرًاۢ بِرَسُوْلٍ يَّأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِى اسْمُهٗٓ اَحْمَدُۗ فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ قَالُوْا هٰذَا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ

Artinya:
Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata: “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata”.(QS. As-Shaff ayat:6)

 

See also  Dalam Sejarahnya, Demi Buah Sukun, Pelaut Eropa Rela Melintasi Samudra Pasifik

2. Nabi Muhammad sangat mencintai umatnya

Dijelaskan dalam Alqur’an Surat At-Taubah ayat:128-129

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Artinya:
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”.(QS.At-Taubah ayat:128)

فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُلْ حَسْبِىَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ

Artinya:
“Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung”.(QS.At-Taubah ayat:129)

3. Nabi Muhammad disebut juga Ahmad yang berarti merangkum semua sifat terpuji terutama dalam hal ibadah

 

4. Nabi Muhammad Merindukan umatnya yang meskipun tidak pernah melihat nabi tapi mereka beriman kepada nabi.

5. Orang yang mencintai nabi muhammad dijamin oleh Allah diberi nikmat bersama para nabi di syurga.
Dijelaskan dalam Alqur’an surat An-nisa ayat 69

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُو۟لَٰٓئِكَ رَفِيقًا

Artinya:
“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya'”(QS.An-Nisa ayat:69)

Demikian beberapa alasan mengapa kita harus mencintai baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Jika Rasulullah bisa mencintai kita sedemikian rupa, lalu mengapa kita tidak bisa mencintai Beliau yang begitu mulia.

See also  Boneka Arwah Jadi Tren, Ini Pesan Ustadz Adi Hidayat

Semoga kita tetap istiqomah dalam kebaikan dan dalam menjalankan perintah Allah dan RasulNya.

 

Sumber Rujukan:

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *