Sejarah Kerajaan Melayu Yang Hilang dan Terlupakan, Islam Pertama Di Sumatera

ASALPOSTING.COM – Menurut catatan sejarah, letak kota-negara ini diyakini berada di sekitar wilayah Jambi saat ini. Pemerintah Melayu konon sangat terkenal dengan produksi lada hitamnya.

Kisah ketenaran kerajaan Melayu telah diketahui oleh Khalifah Mu’awiyah bin Abu Sufyan atau Khalifah Mu’awiyah I (661-680 M) – pendiri dan penguasa pertama kerajaan Umayyah yang berbasis di Damsyik (Damaskus). ).

Setelah mendengar kemasyhuran kerajaan Melayu di Timur, maka timbul niat dalam hatinya untuk mengislamkan kerajaan Melayu dan memonopoli perdagangan lada hitam. Secara kebetulan, ia bekerja untuk memperluas kerajaan Islam dan ajaran Islam ke seluruh dunia.

Kerajaan Melayu kala itu berada di bawah kekuasaan seorang kaisar bernama Sri Maharaja Lokitawarman. Dia Melayu dan Budha. Kemudian, Khalifah Mu’awiyah I mengajak kaisar Melayu untuk memeluk Islam. Namun, Sri Maharaja Lokitawarman dengan ramah menolak ajakan khalifah.

Penolakan Kaisar Melayu untuk memeluk Islam telah menggagalkan niat Khalifah Mu’awiyah I untuk mengislamkan kerajaan Melayu dan memonopoli perdagangan lada hitamnya.

Tidak lama kemudian, Sri Maharaja Lokitawarman meninggal dunia dan posisinya diambil alih oleh Sri Maharaja Srindrawarman.

Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720 M), ia mengirim surat kepada Sri Maharaja Srindrawarman dan mengajak kaisar Melayu untuk memeluk agama Islam.

Hubungan antara dua penguasa (khalifah Bani Umayyah dan kaisar Melayu) dikatakan sangat baik.

Usaha Khalifah Umar akhirnya membuahkan hasil ketika kaisar Melayu membuka hatinya untuk menerima Islam. Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 718 M.

Menurut catatan sejarah, Sri Maharaja Srindrawarman diyakini sebagai orang Melayu pertama di dunia yang memeluk agama Islam.

Setelah peristiwa itu, maka dimulailah era di mana orang Melayu dikenal sebagai kerajaan Islam. Inilah Pemerintahan Islam Pertama di Kepulauan Melayu atau Nusantara.

Dengan Islam nya Sri Maharaja Srindawarman telah menarik banyak pedagang Arab dan Muslim untuk datang dan berdagang di negara kota Melayu itu.

Bahkan, para pedagang Arab juga menyebut orang Melayu sebagai “Sribuza Islam” (Sriwijaya Islam) atau “Zabaq” (yang berasal dari nama Muara Sabak di Jambi).

 

Baca Juga: “Asal Usul Palembang”

 

Namun, kabar Islam nya pemerintahan Melayu di pulau Sumatera tidak diterima dengan baik oleh penguasa Dinasti Tang di daratan Tiongkok.

Dalam pandangan mereka, Islam nya pemerintah Melayu hanya akan membahayakan dan mengancam aktivitas perdagangan lada hitam mereka.

Menurut catatan yang ditulis oleh seorang biksu Buddha keturunan Tionghoa bernama I-Tsing, kerajaan Melayu pada waktu itu berada di bawah pengaruh kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang.

Agama resmi kerajaan Sriwijaya adalah agama Buddha Vajrayana, yang berbeda dengan orang Melayu yang sudah menjadi kerajaan Islam.

Pada tahun 680 M, penguasa Dinasti Tang di daratan Cina bertindak untuk mengirim dua pendeta Buddha, Vajrabodhi dan Amoghavajra, ke Sriwijaya.

Tujuannya adalah untuk mengembangkan Buddhisme Mahayana di Sriwijaya serta untuk mengekang pengaruh perkembangan Islam di Malaya.

Intervensi Dinasti Tang memaksa kerajaan Sriwijaya menyerbu kerajaan Melayu sekitar tahun 730 M. Saat itu, orang-orang Melayu berada di bawah kekuasaan Sri Maharaja Indrawarman – putra mendiang Sri Maharaja Srindrawarman.

Serangan itu mengakibatkan kematian Sri Maharaja Indrawarman. Akhirnya, negara kota Melayu (Sribuza Islam atau Zabaq) berhasil ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya.

Penaklukan tersebut menandai berakhirnya kekuasaan kerajaan Islam paling awal di Kepulauan Melayu atau Nusantara di bawah pemerintahan dua kaisar Muslim, yaitu Sri Maharaja Srindrawarma dan putranya, Sri Maharaja Indrawarman.

Informasi Tambahan:

Kebanyakan sumber sejarawan di Malaysia dan Indonesia hari ini mengatakan kononnya, kerajaan Islam yang pertama di Kepulauan Melayu atau Nusantara adalah Kesultanan Perlak ataupun Kesultanan Samudera Pasai. Walau bagaimanapun, cerita di atas telah membuktikan bahwa kerajaan Islam yang pertama di Kepulauan Melayu atau Nusantara adalah kerajaan Malayu.

Penutup.

Demikianlah sejarah melayu yang hilang dan terlupakan, semoga memberi manfaat kepada seluruh umat islam diseluruh dunia agar mereka kembali bangkit demi mencapai kejayaan di dunia dan akhirat, sebagaimana nenek-moyang mereka dahulu.
Aaamiiiiin…

 

Sumber: “https://sejarahbangsamelayuyanghilang.blogspot.com”

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *