WAW..!!! Inilah Rahasia Dibalik STNK Kendaraan Bermotor Yang Tidak Banyak Orang Tahu.

ASALPOSTING.COM –STNK adalah termasuk salah satu hal pokok yang harus dibawa pengendara ketika bepergian.

Namun sayangnya banyak orang yang menyepelekan atau bahkan tidak membawa STNK pada saat bepergian.

Padahal STNK bukan hanya berfungsi pada waktu razia saja , tetapi juga berfungsi jika suatu saat pengendara mengalami kecelakaan lalu lintas.

STNK atau Surat Tanda Nomor Kendaraan adalah tanda bukti pendaftaran dan pengesahan suatu kendaraan bermotor berdasarkan identitas dan kepemilikannya yang telah didaftar di Indonesia, yang diterbitkan oleh SAMSAT (dikutip dari Wikipedia.org)

SAMSAT atau Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap adalah tempat pelayanan penerbitan atau pengesahan STNK oleh tiga instansi, yaitu:

    • Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI)
    • Dinas Pendapatan Provinsi
    • PT. Jasa Raharja.

 

 

Pengendara yang mengalami kecelakaan berhak mendapatkan santunan dari pihak Jasa Raharja, jika membawa STNK yang masih berlaku, karena didalam STNK terdapat SWDKLLJ.

SWDKLLJ artinya Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan

Gambar STNK SWDKLLJ Sumber gambar: Motorplus-Online.Com

Kepala Bagian Operasional PT Jasa Raharja Cabang Bali, Wanda P Asmoro mengatakan bahwa SWDKLLJ merupakan sumbangan yang diberikan oleh pemilik kendaraan bermotor.

“Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dikutip atau dikenakan kepada pengusaha atau pemilik kendaraan bermotor yang dibayarkan setiap tahun bersamaan dengan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Kantor Bersama Samsat,”

 

UU No 34 Tahun 1964 Jo PP No 18 Tahun 1965 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

“Menjelaskan bahwa korban yang berhak atas santunan adalah setiap orang yang berada di luar angkutan lalu lintas jalan yang menjadi korban akibat kecelakaan dari penggunaan alat angkutan lalu lintas jalan serta setiap orang atau mereka yang berada di dalam suatu kendaraan bermotor dan ditabrak, dimana pengemudi kendaraan bermotor yang penyebab kecelakaan, termasuk dalam hal ini para penumpang kendaraan bermotor dan sepeda motor pribadi.”

“Bagi pengemudi yang mengalami kecelakaan merupakan penyebab terjadinya tabrakan dua atau lebih kendaraan bermotor, maka baik pengemudi maupun penumpang kendaraan tersebut tidak dijamin dalam UU No 34/1964 jo PP no 18/1965 termasuk korban pejalan kaki atau pengemudi/penumpang kendaraan bermotor yang dengan sengaja menerobos palang pintu kereta api yang sedang difungsikan.”

 

 

Berdasarkan Undang Undang tersebut,maka jika pengendara mengalami kecelakaan lalu lintas, dan dia membawa STNK yang masih berlaku, maka biaya pengobatan akan ditanggung oleh Jasa Raharja.

Adapun nilai santunan yang diberikan oleh pihak jasa raharja adalah sebagai berikut:

hasil tangkapan layar sumber: jasaraharja.co.id/page/detail/lingkup-jaminan

 

Berikut cara mengajukan klaim asuransi Jasa Raharja seperti dikutip dari indonesia.go.id

  1. Meminta surat keterangan kecelakaan dari Unit Lakalantas Polres setempat atau instansi serupa yang memiliki wewenang (misalnya PT KAI untuk kereta api dan Syah Bandar untuk kapal laut).
  2. Membuat surat keterangan kesehatan atau kematian dari rumah sakit.
  3. Membawa identitas pribadi korban (asli dan fotokopi) seperti:
  • Kartu Keluarga (KK).
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Surat Nikah.

 

4. Mengunjungi kantor Jasa Raharja dan mengisi formulir, di antaranya:

  • Formulir pengajuan santunan.
  • Formulir keterangan singkat kecelakaan.
  • Formulir kesehatan korban.
  • Keterangan ahli waris jika korban meninggal dunia.

5. Menyerahkan formulir serta melampirkan dokumen pendukung kepada petugas.

6. Untuk korban luka-luka yang mendapatkan perawatan harus memiliki:

  • Laporan Polisi berikut sketsa Tempat Kejadian Perkara (TKP) atau laporan kecelakaan pihak berwenang lainnya.
  • Kuitansi biaya perawatan, kuitansi obat-obatan yang asli dan sah yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit.
  • Fotokopi KTP korban.
  • Surat kuasa dari korban kepada penerima santunan (bila dikuasakan) dilengkapi dengan fotokopi KTP korban penerima santunan.
  • Fotokopi surat rujukan bila korban pindah ke Rumah Sakit lain.

7. Untuk Korban luka-luka hingga mengalami cacat:

  • Laporan Polisi berikut sketsa TKP atau laporan kecelakaan pihak berwenang lainnya.
  • Keterangan cacat tetap dari dokter yang merawat korban.
  • Fotokopi KTP korban.
  • Foto diri yang menunjukkan kondisi cacat tetap.

8. Untuk Korban luka-luka kemudian meninggal dunia:

  • Laporan Polisi berikut sketsa TKP atau laporan kecelakaan pihak berwenang lainnya.
  • Surat kematian dari Rumah Sakit/Surat Kematian dari kelurahan, jika korban tidak dibawa ke Rumah Sakit.
  • Fotokopi KTP korban dan ahli waris juga fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  • Fotokopi surat nikah bagi korban yang telah menikah.
  • Fotokopi akta kelahiran atau akta kenal lahir, bagi korban yang belum menikah.
  • Kuitansi asli dan sah biaya perawatan dan kuitansi obat-obatan.
  • Fotokopi surat rujukan bila korban pindah rawat ke Rumah Sakit lain.

9. Untuk Korban meninggal dunia di TKP:

  • Laporan polisi berikut sketsa TKP atau laporan kecelakaan pihak berwenang lainnya.
  • Surat kematian dari rumah sakit atau surat kematian dari kelurahan jika korban tidak dibawa ke rumah sakit.
  • Fotokopi KTP korban dan ahli waris.
  • Fotokopi KK.
  • Fotokopi surat nikah bagi korban yang telah menikah.
  • Fotokopi akta kelahiran atau akte kenal lahir bagi korban yang belum menikah.

10. Menunggu proses pencairan.

Proses klaim biasanya memakan waktu 2 hari sampai 14 hari kerja.

Untuk lebih jelas, silahkan hubungi Jasa Raharja melalui:
Telp: 1500020, (tekan 4 untuk berbicara dengan operator)
WA: 0812-1050-0500.

Semoga Artikel ini bermanfaat buat teman-teman yang sering bepergian.

Dan Ingat Jangan Lupa Bahagia.!!!

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.